Jumat, 26 Agustus 2016

Hotel Asri Syariah situbondo hubungi di 081 559 8175 99#tausiah Al Ghuroba

*Salah faham sebagai Al-Ghuroba*

Tentu sebagian kita kaum muslimin mengenal hadits yang sudah mashyur ini bukan?

📚Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

بَدَأَ الإِسلامُ غريبًا، وسَيَعُودُ غريبًا كما بدَأَ ، فطُوبَى للغرباءِ

*“Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat  kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing."* (HR. Muslim)

Sepintas jika kita membaca redaksi hadits tersebut secara letterlet, maka kita akan bersegera menjadi orang asing dan mengasingkan diri dari lingkungan. Benarkah tindakan kita itu?
Ternyata jawabannya *TIDAK BENAR*.

📝Asy-Syaikhul Abdul Aziz bin Baaz radhiallahu 'anhu berkata :
"Kita berbangga menjadi asing dengan hadits itu ketika kita dicemooh, dicela, atau diolok-olok oleh manusia karena kita mengamalkan sunnah. Tapi, ketahuilah *Rasulullah tidak ingin Islam menjadi asing. Beliau adalah yang paling semangat dalam menyebarkan sunnah dan mengajarkannya.* Beliau Shallallahu 'alaihi wasallam adalah yang paling semangat memperbaiki kerusakan yang terjadi pada umat. Sebagaimana sabda beliau :
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  قَالَ «إِنَّ الدِّينَ بَدَأَ غَرِيبًا وَيَرْجِعُ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِى مِنْ سُنَّتِى ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

“Sesungguhnya Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat  kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing”. Seseorang bertanya : “Siapakah orang-orang yang asing itu ya Rasulullah  ? “Orang-orang yang selalu memperbaiki (melakukan ishlah) di saat manusia merusak sunnah-sunnah ku”, jawab Rasulullah." (HR. At-Tirmidzi, dinyatakan Hasan Shahih oleh Imam At Tirmidzi) [Majmu Fatawa Ibn Baz]

Dari penyataan tersebut jelas bahwa kita sebagai umat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam adalah berusaha mengenalkan sunnah, mengajarkan, mengamalkan, dan justru men-syi'arkannya melalui akhlak baik kita bukan malah menjauh dari masyarakat. Justru kita merangkul sesama umat, menunjukkan sunnah kpd mereka agar mereka mengenal sunnah itu mulia, sunnah itu indah, sunnah itu dapat mempersatukan umat. Sehingga hidayah akan menyapa mereka dan juga turut mengamalkan sunnah.

Betapa indah jika hidup kita dalam sunnah kita hiasi dengan rasa kasih sayang, ramah tamah, dan mempererat ukhuwah Islamiyah diantara umat. Jangan sampai setelah mengenal sunnah kita justru menjadi bermuka masam, cemberut, asal tuduh sesat-bid'ah, atau tidak mau berbaur dengan masyarakat yg mungkin belum mengenal sunnah. Tetapi justru kita harus syi'arkan sunnah pada mereka dengan akhlak dan adab yang baik.

🙏🏻Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar